This book is not available to purchase on Fable
3.5
Love Theft #2
ByPublisher Description
Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing.
Di lain sisi, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya.
Namun, tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi. Masalah baru yang luput dari perhitungannya.
Di lain sisi, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya.
Namun, tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi. Masalah baru yang luput dari perhitungannya.
Download the free Fable app

Stay organized
Keep track of what you’re reading, what you’ve finished, and what’s next.
Build a better TBR
Swipe, skip, and save with our smart list-building tool
Rate and review
Share your take with other readers with half stars, emojis, and tags
Curate your feed
Meet readers like you in the Fable For You feed, designed to build bookish communitiesLove Theft #2 Reviews
3.5
“Minor spoilers ahead!
INI BUKAN REVIEW! INI RANT!
"Mereka tidak perlu mengerti, yang penting mereka anggap kamu mengerti."
Begitu rasanya ngebaca buku ini. Awalnya kusuka kepenulisannya lama-lama muak juga. Terlalu info dump, interior Swedish sampe Venezuela lah, artis apalah, music piece apalah. Seolah authornya kayak mau bilang: "Liat seberapa banyak pengetahuan gue soal hal-hal yang 100% irrelavant ke plotnya ini!".
Tanpa bermaksud merendahkan Author terkasih. Semua info dibuku ini rasanya kayak anda ngehabisin riset 10 menit di google, kayak; Biola termahal di dunia, Lagu piano tersusah, novel thriller terbaik. Sialnya, info-info irrelavant dan jokes yg ngl cringe itu malah ngebentuk plot hole plot hole mini yang cukup untuk bikin orang triphobia kencing di celana.
Karakter
Frea
Your typical weak, mad for love, female protagonist. Tadinya gue pikir dia bakal jadi femme fatale mumpung gaul sama kriminal. Ternyata malah stereotipikal cewek cemburuan tapi nggak mau jujur.
Liquor
Ini orang persis 90% badboy wattpad dibedain dikit. Punya style sama personality. Tipe cowok womanizer yang mendadak sadar karena protagonis cewek. Demi apa romancenya klise banget.
Night
Sebagai orang yang belajar sastra Jepang. Night nggak kedengaran kayak orang Jepang, tapi kayak wibu chunni yang cosplay kemana mana. Dan seumur hidup kayaknya nggak pernah gue denger ada ortu Jepang namain anaknya Kyandoru / Lilin. Ini namanya TL google ato ke website nama bayi Jepang? Kalo nggak tau seaneh apa itu bayangin aja namain anakmu Obor ato Lilin deh. Dan kenapa gue bilang Night kedengaran kek wibu? Ya karena dia bicaranya persis kek gitu. Untuk kata-kata simpel dia pake bahasa Jepang, ok normal lah. Tapi buset dude, ini orang bicara kayak anak milenial Jakarta padahal baru setahun tinggal disini. Orang yang les sehari semalem aja belum tentu sejago itu.
Tarantula
Ini hasilnya kalo orang terpengaruh nonton film hacker. Buset gampang kalik dikira ngehack keamanan sindikat kriminal gede. Padahal runtuhin fire wall aja bisa enam bulanan LMAO.
World Building
Sindikat kriminal di buku ini adalah KW China dari Ocean series. Masih misteri kenapa nggak ketahuan padahal bodoh banget semua anggotanya.
Masak tiap nyuri anggotanya lemparin serangga sana sini. Kagak curiga orang-orang Jakarta? Bego semua rakyat sama polisinya?
Gue pengen ngeracau soal plotnya tapi apa yang mau diracauin? Ladies and entities this is your typical wattpad story with some spice added.”
“Elegan.
Satu kata itu sayah rasa sudah cukup mewakili cerita Love Theft. Kalau di novel pertama lebih fokus pada unsur crime-action-misteri, di novel kedua ini cerita memiliki elemen tambahan romance yang cukup kuat. Bagaimana pun juga, bahkan sampai halaman terakhir buku ini, kesan elegan tetap tak pudar (halah). Maklum, LT ini adalah karya pertama kak Prisca yang sayah baca dan sayah sudah jatuh cinta dengan gaya kak Prisca dalam LT. Fix lah kak Prisca juga jago 'mencuri' hati pembaca xD
Plot-nya cukup kompleks. Sayah rasa novel ini bukan hanya menggunakan plot driven, tapi juga character-driven. Artinya, cerita nggak hanya berkembang dalam plot, tapi juga dalam karakter.
Karakter yang paling sayah suka adalah Night >,< (omg he's so damn perfect) dan bagian Night yang paling sayah suka adalah ketika Night mencuri sekaligus mengendarai mobil Ferrari sambil dadah-dadah ke lautan manusia di sekitarnya HAHAHAHAHAHAHA. Bagian paling favorit itu waktu Night, Liquor, dan Frea mencuri dan kepergok oleh anak kecil, akhirnya Night membuka topeng dan bilang, "Kami peri kupu-kupu." sambil mengeluarkan kupu-kupu putih dari mason jar. Lalu, sayah bisa membayangkan bagaimana ekspresi Liquor waktu membuka topeng dengan enggan karena disuruh oleh Night. HAHAHAHAHAHA di situ sayah ngakak.
Kalau momen Frea-Liquor, sayah suka adegan mereka berdua bertemu untuk yang pertama kalinya. Di situ Frea keren. Banget. Liquor juga, sih. Hehe.
Buat yang bertanya-tanya ada apa di balik kata 'sayah' di sini yaitu karena karakter Coco Kartikaningtyas (mudahan sayah nggak salah nulis nama ini) memang bicara dengan gaya yang demikian, yang mana kata 'saya' dia ucapkan 'sayah'. Sebegitu kuatnya cerita LT memengaruhi sayah, ya? Tapi memang begini adanya. Sayah suka dengan semua karakter di LT, tbh. Dan karakter Coco ini unik, asik, sekaligus minta dicekik HAHAHAHA. Salut pokoknya buat character development semua tokoh dalam LT. Matang.
Ada sayah, ada labah-labah. Mungkin kata 'labah-labah' di sini sengaja dibuat seperti ini alih-alih menjadi 'laba-laba', tapi karena sayah udah menikmati cerita ini dari awal, hal ini nggak masalah buat sayah.
Gaya bahasa para tokoh dalam dialog menggunakan 'saya-kamu', tapi uniknya semua dialog nggak ada yang terkesan kaku. Justru keren, loh. Belum lagi unsur musikal yang seolah dapat sayah dengar melalui biola Frea dan piano Night. Tambah lengkap aja nih kualitas Love Theft.
Ah, Love Theft keren pokoknya. Oya, satu lagi. Ada momen gereget tentang Tarantula. Tarantula yang adalah seorang hacker ternyata sampai memasang cctv di mobilnya segala. Di situ sayah rasanya pengin bilang ke Tarantula, 'kamu itu hacker apa pemburu hantu, Tar?'
Oke. Abaikan. Itu hanya pemikiran absurd sayah :v Di satu sisi, tokoh Tarantula sangat manis dan romantis huhuhuhu. Jadi pengin punya pacar macem Tarantulaaaa huaaa.
Selebihnya, ehem, mungkin tentang cover. Warna pink-nya menurutku menimbulkan kesan romance yang dominan, padahal kan nggak juga. Itu aja, sih. Hehe.
Sekian ulasan sayah. Oya, DITUNGGU BANGET LANJUTAN LOVE THEFT ALIAS LOVELY HEIST-NYA YA, KAK PRISCA <3 :D :D :D”
“EDIT: Tonton wawancaraku dengan Kak Prisca Primasari yang membahas seputar Love Theft di >> https://youtu.be/YzQFU_FbzHA << Ayo yang kepo sama Liquor, Night, Frea! ♥
Review juga dapat dibaca di >> http://iamnumberthirteen.blogspot.co.id/2016/03/book-review-love-theft-2-by-prisca.html
Buku ke-2 Love Theft bercerita mengenai kelanjutan kisah Coco Kartikaningtias dengan kalung Tiffany&Co. miliknya yang dicuri oleh Liquor. Jujur, aku tidak menduga ceritanya akan berkembang menjadi seperti ini. Selagi menunggu buku ini terbit, aku membayangkan cerita akan dipenuhi dengan adegan action atau tipu daya. Setelah membaca berlembar-lembar halaman awal pun aku masih yakin bahwa cerita akan dipenuhi adegan action menjelang chapter-chapter akhir. Dan ternyata, aku salah besar. Setelah mencapai pertengahan buku, aku langsung menyadari bahwa 'Ah,.. pada akhirnya memang buku ini lebih menitikberatkan unsur romance.'
Anehnya aku malah suka, walau alurnya tidak sesuai dengan dugaanku. Aku suka bagaimana buku ke-2 Love Theft lebih sentimentil dari buku pertama. Buku ini tidak menitikberatkan pada action, melainkan perkembangan karakter-karakter di dalamnya. Melalui buku ini, kita akan jauh lebih mengerti karakter Liquor, Night, dan juga Frea sendiri. Dan lagi-lagi anehnya, walau di buku pertama aku jauh lebih memilih Liquor daripada Night. Di buku kedua, aku malah lebih tertarik pada Night (maafkan aku, Liquor).
Karakter Night yang pintar mengendalikan emosi di berbagai keadaan, bijaksana, cerdik, dan juga seorang pemikir, sangat terlihat di dalam buku ini. Dan kurasa hal itulah yang membuatku jatuh cinta pada Night.
Berbeda dengan Liquor, yang justru di buku ini terlihat sangat tidak stabil. Jika di buku pertama ia terlihat kaku dan sedingin es, di buku ini ia banyak menampilkan kerapuhannya. Banyak sekali hal tentang Liquor yang diungkap dalam buku ini. Mulai dari hal kecil seperti mengapa ia memilih jaket bermotif garis-garis hitam putih. Hingga hal besar seperti, nama asli Liqour. (PENASARAN, KAN? :D) Yang jelas, setelah tahu lebih detail mengenai asal-usul Liquor, mendadak bayangan Liquor di benakku bertambah ganteng 100x lipat.
Sementara Frea di awal buku ini berubah menjadi sedikit menyebalkan bagiku. Maklum, aku selalu membenci karakter yang buta akan cinta. Maksudku, ia tahu bahwa ia mencintai orang itu, tapi ia selalu menolaknya, selalu mengatakan bahwa itu bukan cinta. Haduh Frea, aku di sini menanti cinta datang dan kamu malah menepis cinta jauh-jauh... (((LOL))) Jika di buku pertama aku mengeluh karakter Frea 'tertutup' oleh Night dan Liquor, di buku ini Frea sudah terasa lebih mencolok.
Tarantula masih muncul (syukurlah) walau sama seperti buku pertama, kemunculannya sangat minim. Dan aku semakin positif ingin membaca side story atau novel khusus tentang Tarantula. Sekali lagi, Hacker is kinda hot. Jadi, Kak Prisca Primasari, tolong ya novel khusus Tarantula-nya. Ditunggu. :))
Ada karakter baru dalam bagian ke-2 Love Theft ini. Karakternya adalah seorang wanita bernama samaran Grasshoper yang dijelaskan sebagai penderita manik-depresif (bipolar). Dan lagi-lagi, aku dibuat penasaran oleh karakter sampingan lainnya selain Tarantula. Aku ingin tahu apa yang menyebabkannya menderita gangguan bipolar? Masa lalunya terlihat begitu menarik.
For your information, untuk kalian semua pecinta Liquor, ada banyak sekali adegan di dalam buku ini yang tentunya akan membuat kalian tersenyum sendiri. Dan ada satu adegan yang benar-benar menjadi favorit-ku dari keseluruhan seri! Itu adalah adegan dimana Liquor menunjukkan kepada Frea keindahan dari ngengat. Bahwa ngengat tidak kalah indahnya dari kupu-kupu. Entah mengapa, adegan itu menjadi adegan favoritku dari keseluruhan seri. Mungkin karena aku sendiri jauh lebih memilih kupu-kupu daripada ngengat. Dan kini pandanganku akan hal tersebut berhasil diubah oleh Liquor.
Menurutku Kak Prisca cerdik dalam mengasosiasikan binatang tertentu dengan karakternya. Karena sekarang setiap kali aku melihat kupu-kupu atau ngengat, aku akan langsung teringat Night dan Liquor! Walau aku harap, aku tidak akan pernah melihat tarantula atau belalang sembah sih... Gak usah deh kalau yang itu :")
Sama seperti aku yang tidak dapat menebak perkembangan alur, aku juga tidak dapat menebak ending ceritanya. Aku benar-benar tidak pernah membayangkan cerita akan dibawa ke arah sini. Menarik, sungguh. Dan juga merupakan ending yang tepat menurutku. For the sake of memberikan pesan moral tambahan pada cerita. Walau jujur, aku merasa ending-nya sedikit dragging. Aku akan lebih menikmati buku ini seandainya cerita dikurangi sekitar 50 halaman.
Aku juga menyukai penyelesaian masalah Frea. Ya, masih ingat kan masalah Frea yang diungkapkan di awal buku Love Theft #1? Frea yang kesulitan beradaptasi di sekolah musiknya, yang enggan untuk bermain biola lagi. Penyelesaian masalahnya menurutku tepat. Dan tentunya aku senang sekali Kak Prisca tidak melupakan masalah ini dan tetap memberikan fokus yang pas pada kehidupan 'normal' Frea.
Aku lagi-lagi dikejutkan dengan pengetahuan musik Kak Prisca. Walau buku ke-2 ini tidak memungkinkan Kak Prisca untuk mengeksplorasi musik lebih jauh, tapi tetap saja ada beberapa judul lagu klasik yang asing di telingaku. Merupakan kesenangan tersendiri jika dapat menambah koleksi lagu klasik ketika membaca atau menonton sesuatu yang mengandung unsur musik klasik.
Jika di review Love Theft #1 aku tidak terlalu memperhatikan mengenai cetakannya, sekarang aku ingin memberikan pujian kepada Kak Prisca. Salut karena dapat menerbitkan buku dengan cetakan sekelas penerbit mayor!
4 bintang untuk Love Theft #2 karya Prisca Primasari
1 bintang untuk Liquor
1 bintang untuk Night
1 bintang untuk Frea
1 bintang untuk Tarantula
P.S. Kalau Kak Prisca menciptakan satu lagi karakter cowok keren mungkin aku akan memberikan 5 bintang untuk Love Theft #2. (((Bercanda)))
P.P.S 275 hari lagi Liquor!!!!
Buku ini kurekomendasikan untuk kalian yang menyukai cerita manis, cerita dengan karakter-karakter yang menarik, cerita romance anti-mainstream, dan juga cerita yang terasa sedikit manga-ish.”
Start a Book Club
Start a public or private book club with this book on the Fable app today!FAQ
Why can’t I buy this ebook on Fable?
Can I start a book club with this book on Fable?
Are book clubs free to join on Fable?
