information icon
This book is not available to purchase on Fable
4.5 

Dari Dalam Kubur

By Soe Tjen Marching
Dari Dalam Kubur by Soe Tjen Marching digital book - Fable

Publisher Description

Sejak kecil, Karla merasa diperlakukan tidak adil oleh ibunya yang ia anggap misterius. Namun tak ada seorang pun dalam keluarga yang membelanya. Inilah yang membuat Karla tak mempunyai pilihan selain menjauh dari keluarganya. Berpuluh tahun sesudahnya, barulah satu demi satu rahasia itu mulai terkuak baginya—bukan hanya rahasia yang menggelayuti keluarganya, tetapi juga banyak manusia lainnya.

“Soe Tjen menceritakan kisah keluarga, terutama hubungan anak perempuan dan ibunya yang misterius, sekaligus membuka kisah yang lebih luas. Kita bisa melacak jejak tragedi negeri ini melalui kisah mereka yang tersembunyi, menguak kompleksitas dan kepahitan rasialisme, agama, bahkan kasta dalam masyarakat. Namun tak seperti novel-novel politik yang sibuk berteriak-teriak, ia tetap kisah manusia-manusia yang dipertalikan satu sama lain oleh kemanusiaan mereka—yang baik maupun biadab. Terakhir, saya menemukan sesuatu yang tak mungkin bisa dilakukan para penulis lelaki: kisah tentang rahim. Saya merasa dibawa untuk melihat, atau merasakan, sesuatu yang sangat perempuan.” — Eka Kurniawan, novelis, penulis Cantik Itu Luka

“Novel Soe Tjen Marching merupakan salah satu narasi penting tentang bagaimana perempuan, begitu juga gerakannya, dihancurkan dengan keji oleh militerisme di Indonesia. Berlatar sejarah, dengan detail yang belum pernah diungkap selama ini.” — Martin Aleida, sastrawan, penulis Tanah Air yang Hilang

“Novel ini adalah catatan tentang penindasan dan ketidakadilan yang tak terelakkan akibat identitas rasial, pilihan akan Tuhan, dan kepentingan politik. Pada akhirnya, kisah dalam novel ini kembali mengingatkan bahwa cara terbaik menghadapi segala luka dan trauma adalah mengingat dan mengisahkannya kembali dengan sepenuh kesadaran.” — Okky Madasari, novelis, penulis Entrok

Download the free Fable app

app book lists

Stay organized

Keep track of what you’re reading, what you’ve finished, and what’s next.
app book recommendations

Build a better TBR

Swipe, skip, and save with our smart list-building tool
app book reviews

Rate and review

Share your take with other readers with half stars, emojis, and tags
app comments

Curate your feed

Meet readers like you in the Fable For You feed, designed to build bookish communities
app book lists

Stay organized

Keep track of what you’re reading, what you’ve finished, and what’s next.
app book recommendations

Build a better TBR

Swipe, skip, and save with our smart list-building tool
app book reviews

Rate and review

Share your take with other readers with half stars, emojis, and tags
app comments

Curate your feed

Meet readers like you in the Fable For You feed, designed to build bookish communities

Dari Dalam Kubur Reviews

4.5
“Speechless. Dari Dalam Kubur memberikan pengalaman menarik selama membaca; paham mengapa buku ini menjadi kesukaan khalayak. Bukan sekedar mengungkapkan bagaimana kisah tragis kejadian 65, namun mencoba juga untuk mengeksplorasi secara mendalam dampak secara personal kepada para korban. Untuk kesekian kali, aku jarang membaca fiksi sejarah, tapi berhasil menamatkan buku ini dalam waktu tiga jam! Mengungkap trauma sejarah 1965 di Surabaya dari perspektif korban, khususnya perempuan dan etnis Tionghoa. Cerita berfokus pada tokoh Marni, seorang pekerja keras yang difitnah menjadi anggota organisasi sayap kiri, dan anaknya, Karla, yang menelusuri rahasia keluarga. Terbagi dalam tiga sudut pandang berbeda; Karla, Lydia, dan Katon (Termasuk Bapak)— Soe Tjen mendekatkan sisi emosional karakter dengan pembaca. Secara keseluruhan, Dari Dalam Kubur lebih berpusat dalam perkembangkan karakter. Namun, tidak membuat alur cerita berantakan. Setiap rentetan kejadian dijelaskan pelan-pelan, mencoba untuk menelusuri sejarah melalui sudut pandang masing-masing karakter, sehingga memiliki kesan yang berbeda. Aku paling suka dengan gaya kepenulisan Soe Tjen sangat lugas dan mudah untuk dipahami. Selama membaca, aku melihat bagaimana masing-masing karakter berusaha untuk hidup dengan apa yang mereka pahami. Menyalahkan semuanya rasanya mustahil, karena mereka adalah korban dari kekejaman pemerintah. Dampak yang diberikan terjadi secara berkala selama bertahun-tahun, niat yang semula baik, tanpa sadar terjatuh dalam kebencian sehingga dilihat oleh orang lain dengan hal berbeda. Hubungan Karla dan Lydia lebih dari sekedar sebuah kesalahpahaman. Membahas trauma tidak akan pernah kelar, seberusaha apapun untuk melakukan pada dasarnya akan muncul lagi. Namun, yang berbeda bagaimana cara menyikapinya. Untuk keluar dari hal tersebut, sebagian manusia butuh proses bertahun-tahun, sama dengan yang dialam oleh Ibu, Bapak, dan sang anak sulung. Mencoba mengubur dengan dalam kejadian itu nyatanya tidak selalu membuat lembaran baru yang baik. Selama baca, yang aku bisa gumamkan hanya kasian. Tapi, menyebutkan kata itu pun rasanya tidak pantas karena terdengar minim empati dan simpati. Setiap karakter memberikan sudut pandang baru, perasaan masing-masing mereka pantas untuk divalidasi. Ini bukan urusan siapa benar/salah, tapi bagaimana memproses diri sendiri untuk bisa menerima suatu kenyataan. Aku pribadi, cukup sesak melihat pilihan Karla setelah mengetahui kisah dari sang Ibu. Rasanya ingin memeluk, bahwa perasaan dia dahulu dan bagaimana cara dia memandang sang Ibu valid karena apa yang dia terima saat itu pun cukup menyesakkan. Sementara, sudut pandang sang Ibu penuh dengan rasa jijik dan muak terhadap dirinya sendiri. Aku yang baca saja ikut pedih dan pusing. Yang menarik, sudut pandang Kanton dan bapak (Eh kanto? Kanton? Aku lupa..) sebagai kesimpulan dari hubungan ibu dan anak tersebut memberikan sisi tidak terduga. Hm, lebih tepatnya, "Oh begini sikap orang lain di luar mereka berdua?" Ternyata semua yang berada di dalam keluarga juga adalah korban dan memiliki 'cerita' tersendiri yang tidak tersampaikan. Kalau tidak salah, ada bagian bagaimana dia berkata kurang lebih; mengapa setelah ibu dan adiknya tidak ada, dia seperti baru bisa mengerti keduanya. Setelah membaca itu, aku seperti ikut berpikir; apa mungkin karena rasa penyesalan karena tidak bisa bersikap dengan baik selama mereka ada? Dari Dalam Kubur adalah salah satu buku WAJIB untuk dibaca sekali dalam seumur hidup. Ah, aku tidak begitu peduli dengan plot hole kecil mendekati akhir, secara keseluruhan Dari Dalam Kubur sangat baik.”

Start a Book Club

Start a public or private book club with this book on the Fable app today!

FAQ

Why can’t I buy this ebook on Fable?

Can I start a book club with this book on Fable?

Are book clubs free to join on Fable?

Notification Icon